Sep 1, 2012

Sebuah Rindu

Ini malam kesekian sejak mata ku bertemu dengan mata mu.
Ini malam kesekian sejak senyum mu terbalas oleh senyum ku.
Sudah lama rasanya tak menyapa deretan gigi putih dan hidung mancung yang dipadu dengan dua lubang manis dipipi.
Sudah lama rasanya tak mendengar suara khas dua sepatu converse butut melangkah.
Kini sepatu itu melangkah sendiri, semakin butut, suram, dan abu-abu.
Harus kuakui ini entah rindu keberapa yang aku ucapkan hanya kepadamu.

Menatap rindu yang kian hari kian tak tentu.
Rindu ini beku juga sendu.
Tak pedulikah kamu akan rinduku?
Seakan membiarkannya habis menggerogoti bantinku.
Melahap dan tak menyisakan setitik rindu yang manis tertinggal.
Rindu ini jahat dan dia tertawa lebar karena aku berhasil terpuruk.

Semilir angin tak berarti, bahkan matahari pun terasa mati.
Gelap sekitar.
Sunyi hatiku, dingin rinduku.
Sebuah rindu di hadapanku.

Solo, 01/09/2012. Untuk Tukang Ikan dan perahunya yang kian menjauh.

Voila!

Powered by Blogger.