Jan 8, 2013

untuk seorang teman

Mungkin, hanya sekedar angin lewat atau angin itu memang terasa. Entah kenapa, sebuah batas telah tercipta. Bagai tinggal dalam label kotak masing masing. Enggan melebur atau bahkan sedekar mengintip. Kita lebih memilih bermain aman, bersikap sewajarnya. Membuang ketidakwajaran hangat yang dulu ada. Aku tahu itu hak mu dan hak mu seolah membuat kebebasan ku sedikit direnggut. Biarlah yang sederhana itu tetap sederhana. Jangan diperbudak oleh rasa yang semu. Jangan biarkan aku membuat mulut itu berkata kasar. Jangan biarkan aku membuat tangan itu membuang semua ikannya. Juga jangan biarkan aku membuat hati itu merasa terkhianat.

 Kadang, sesuatu itu memang tak bisa  lebih, cukup di situ saja. Itu lebih indah.


Iko.
readmore »»  

Jan 7, 2013

rantang


rantang ini seperti bintang yang saling bertumpukan
saling memeluk sehingga tak bisa luput
bergandengan tangan membentuk sebuah lukisan
yang nanti akan dipajang di dasar tembok kenangan

rantang itu seperti sebongkah kolam keruh
menjadi licin oleh celotehan para lumut
menjadi gelap oleh kutukan penyihir kelam
menjadi sepi oleh goresan ketakutan

rantang ini, rantang itu
satu tumpuan berbeda haluan
beruntunglah rantang ini beruntung,
meranalah rantang itu merana
dan aku, aku bukan keduanya
aku memilih menjadi tumpuan, kemudi kapal.


readmore »»  

Voila!

Powered by Blogger.